Timnas U-19 Indonesia 1-0 UEA: Lolos secara dramatis, Garuda Nusantara menantang Jepang di perempatfinal

Timnas U-19 Indonesia 1-0 UEA: Lolos secara dramatis, Garuda Nusantara menantang Jepang di perempatfinal

Posted on

Tim Nasional Indonesia U-19 Berhasil di perempatfinal Piala Asia U-19 2018 di perempatfinal Grup A menang 1-0 dengan Uni Emirat Arab (UEA) di Bun Karuno Main Stadium. Di perempatfinal, Indonesia bertarung melawan Jepang. Indonesia telah menang secara dramatis melawan UEA karena berjuang melawan sepuluh pemain sejak 55 menit ketika Nurhidayat diusir.

Jalan Pertandingan

Babak pertama

Gol Qatar, Hat Trick, Todd Rivaldo Ferre, masih sabar sabar sambil menunggu timnas U-19 Indonesia memulai. Indra Sjafri masih memukul pertahanan U-19 Uni Emirat Arab (UEA), mengandalkan Mesir Maulana Vikri, Hanis Saghara Putra, Saddil Ramdani, Witan Sulaiman.

Indonesia memenangkan U-19 Piala Asia 20 kualifikasi kemenangan yang diperlukan Garuda Nusantara diselenggarakan lebih tenang daripada ketika ia kalah 5-6 dari Qatar di Grup 2 permainan A, tetapi dalam 11 menit Hannis Header di palang UAE. Hanis mengambil bola dari salib Filza Andika.

Tidak seperti Qatar, UEA memiliki kecenderungan untuk bertahan dari serangan dan mengandalkan serangan untuk mencapai hasil imbang yang cukup untuk lolos ke fase berikutnya, jadi aktif, kuat dan agresif menyerang Aku tidak akan.

Akibatnya, di Indonesia, Yousif Ali Almheiri, pemain belakang UEA, mampu mengambil gol dalam 22 menit setelah membuat kesalahan fatal. Witan memenangkan bola dan berakhir dengan gol dengan Qatar yang disiagakan oleh Suhail Abdulla Almutawa. 1-0 Indonesia luar biasa.

Nurhidayat dan teman-temannya, mengikuti dukungan antusias penggemar Indonesia, terus menjaga momentum dengan terus meningkatkan kekuatan serangan setelah mencapai tujuan Witan. Indonesia menderita pertahanan UEA, tapi sayangnya kali ini dia bertarung dengan Mesir sedikit di atas gawang Qatar dalam pertarungan 1: 2.

Kenyataannya UEA tidak memiliki banyak peluang berbahaya yang bisa mengancam kiper Indonesia, Muhammad Riandy. Tuan rumah juga memprediksi situasi bola mati dengan baik. Hingga babak pertama, skor 1-0 mengikuti keunggulan Indonesia.

Babak kedua

Pelatih Indra termasuk Todd Rivaldo Ferre untuk mendapatkan kembali madu di babak kedua. Meski pertandingan sepertinya telah didominasi oleh Indonesia, Indonesia mendapat ujian setelah 52 menit dengan kartu merah yang diterima Kapten, Naridadat setelah menerima dua kartu kuning melakukan pelanggaran.

Saddil Ramdani dikorbankan oleh Indra untuk mengisi lubang yang ditinggalkan oleh Nurhidayat. Satil diganti dengan Intel Mustafa dalam 55 menit. Indonesia saat ini mencoba untuk benar-benar mempertahankan dan mengandalkan serangan balik dengan kecepatan Hibbardo Feret, Mesir, dan Witan.

Uni Emirat Arab (UEA) terus mengontrol bola, terus menyerang pertahanan Indonesia, mencoba memanfaatkan jumlah pemain. Namun, serangan yang mereka buat terlalu mudah diprediksi dan variasi sangat minim, sehingga pemain Indonesia dapat memecahnya.

Ali · Sareha · Amuro akan sangat menyesali kegagalan kegagalannya dalam 73 menit jika pertandingan berakhir karena kemenangan Indonesia. Dia adalah tendangan voli dan tidak bisa memanfaatkan peluang terbaik dari jarak dekat dan posisinya masih 1-0 karena keunggulan Indonesia.

7 menit waktu tambahan yang diberikan oleh petugas pertandingan di akhir babak kedua. Indonesia pasti mempertahankan keunggulan dan berhasil. Ketika Qatar mengalahkan Taiwan 4-0, dia mengalahkan Indonesia 1-0 dan membela para pemimpin A.

Konfigurasi pemain:

Tim Nasional Indonesia U-19 (4-2-3-1): Muhammad Riyandi, Asiawi Mangku Alam, Nurhidayat, Rachmat Irianto, Firza Andika, Syari Abimanyu, Witan Sulaiman, Muhammad Lutfi, Edi Mourana Vikri (Muhammad Rafi Sijaril 68 & # 39;), Saddy Lambdani (Indira Mustafa 55 & # 39;), Hanis Sagara Putra (Todd Rivaldo Ferrey 46 '# 39;)

Timnas Uni Emirat Arab U-19 (4-3-3): Suhail Abdulla Almutawa, Yousif Ali Almheiri, Ahmad Abdulla Suroor, Omar Ahmad Saleh, Abdelrahman Saleh Khamis, Mansor Ibrahim Alharbi (Tahnoon Hamdan Alzaabi 74 & 39), Idul Fitri Alnuaimi, Majsid Rashid Almehrzi, Ali Saleh Amra, Ahmad Faži Abdallah, Abdulla Arunakubi