Berita Bola Tommy, Dongeng Dari Lembah Sungai Merah

Posted on

Poor Scouser Tommy, ya Tommy. Entah sebuah abjad aktual atau hanya fiksi, yang niscaya dongeng perihal Tommy dalam lagu Poor Scouser Tommy ini begitu menarik. Sebuah lagu yang selalu dinyanyikan oleh pendukung Liverpool FC semenjak lama, dan sampai sekarang masih sering terdengar. Untuk beberapa waktu saya mencoba menelusuri internet untuk mengetahui bagaimana lagu ini sanggup begitu lekat dengan Liverpool FC, siapakah penciptanya, dan bagaimana dongeng dibalik lagu ini. Ya, tapi tak ada kejelasan yang niscaya perihal lagu ini, atau bagaimana pertama kali muncul dan di nyanyikan oleh The Kop, hanya beberapa situs menjelaskan jikalau lagu Poor Scouser Tommy ini mulai dinyanyikan sekitar tahun 1960-an.

Dalam beberapa artikel yang saya temui, bergotong-royong lagu Poor Scoser Tommy bukanlah orisinil hasil ciptaan, melaikan saduran dari lagu lawas. Dari artikel itu, beberapa menulis perihal The Sash sebagai sumber saduran, dan yang lainnya menyebutkan bahwa lagu Poor Scouser Tommy ini merupakan adonan 2 nada dari 2 lagu yang berbeda. Lagu yang pertama ialah lagu dengan judul “Red River Valley” dan dibagian kedua nadanya menyadur lagu “The Sash”. The Sash sendiri merupakan lagu balada rakyat yang mengenang perihal kemenangan Raja William di Irlandia. Lagu ini dinyanyikan juga oleh fans Rangers FC alasannya ialah Raja William merupakan seorang Protestan, dan ia pula yang berhasil menggulingkan James II yang merupakan perwakilan Kristen dalam sebuah Revolusi Agung di tahun 1688. Makara dari sini jelas, jikalau lagu Poor Scouser Tommy ialah lagu saduran dari 2 nada lagu, “Red River Valley” pada nada awal dan “The Sash” pada nada yang kedua.
Meski lagu ini terdengar semenjak tahun 1960-an, namun ditahun 1982, ketika Derby Merseyside Liverpool FC berhasil mengalahkan Everton dengan Ian Rush mencetak 4 gol ke gawang Everton, Liverpool sendiri hasilnya menang telak dengan 5 gol tanpa balas. Dari sinilah bait terakhir dari lagu Poor Scouser Tommy itu muncul. Beberapa artikel yang saya temui juga membahas perihal lirik yang rancu, dimana dalam beberapa lirik ditulis sebagai “Under The Arabian Sun” atau “Under The Radiant Sun”, namun beberapa diantaranya (lebih banyak) menyebutkan bila lirik yang benar ialah “Under The Libyan Sun”. Secara garis besar, lagu ini mengisahkan perihal seorang cowok miskin berjulukan Tommy yang dikirim oleh negaranya untuk berperang. Dan dalam perang itu, Tommy harus tewas alasannya ialah tertembak oleh senjata Nazi. Dalam sisa nafasnya, Tommy masih sempat mengucapkan beberapa kata dan ia berbicara jikalau ia seorang Liverpudlian (warga kota Liverpool) dan menerangkan betapa bangganya ia menjadi seorang Kopite.
Puisi Dave Kirby Tentang Tommy
Mungkin, Tommy hanyalah abjad fiksi, namun dongeng Tommy mungkin sanggup menginspirasi kita perihal bagaimana terlibat dalam perang besar yang tak sanggup di hindari. Tentang kecintaan terhadap Liverpool FC dan perihal usaha hidup. Disini saya akan mencoba merangkum dongeng Tommy yang saya ambil dari puisi milik Dave Kirby.
Tommy ialah seorang bocah yang sangat gemar bermain sepakbola, dan sangat mengasihi Liverpool FC. Seorang yang miskin, yang hidup pada hari sebelum Hitler mengamuk dan menabuh genderang perang dunia ke-dua. Seperti belum dewasa miskin lainnya, Tommy terbiasa meminjam, mengemis atau mencuri untuk sekedar mengisi perut. Bersama teman-temannya, Tommy terbiasa mencuri, bukan untuk keserakahan, namun atas dasar kebutuhan hidup.
Tommy tumbuh bakir balig cukup akal dan ia sering menyaksikan Liverpool FC bertanding. Dia akan selalu berusaha untuk pergi ke Anfield disetiap minggunya, berteriak, bernyayi dan terkadang dalam keadaan mabuk Tommy terhanyut dalam euforia menyaksikan kemenangan Liverpool. Namun hal itu seketika menjadi sebuah hal yang suram ketika dalam tahun-tahun berikutnya, Tommy harus dikirim bersama cowok lainnya untuk berperang ketika Hitler murka. Tommy bertugas di Afrika Utara, dimana lalat-lalat berterbangan serta tak ada apapun kecuali padang pasir. Dalam sebuah kekacauan, panzer-panzer Jerman yang mulai menyerang, Tommy terjebak, dan hasilnya senapan renta Nazi berhasil merobohkannya. Dalam hembusan nafas terakhirnya, Tommy sempat menarik tentara disebelahnya dan berbisik jikalau ia ialah seorang Liverpudlian dan pendukung Liverpool FC. Sebuah kalimat yang menjadi warisan awet untuk Tommy yang sampai sekarang kita masih sering menyanyikannya. Kita mengenangnya sebagai pendekar yang rela berkorban untuk membebaskan kita semua. Makara dikala kita semua berbaris dan menyanyikan lagu perihal Tommy, maka semua akan selalu mengingat jasa Tommy dan jutaan orang yang meninggal dalam perang itu.
Kisah diatas saya rangkum dan saya terjemahkan secara acak dari puisi Dave Kirby, tentu saya bukan andal dalam menerjemahkan bahasa, terlebih itu ialah sebuah puisi yang tentunya banyak kata-kata kiasan yang bergotong-royong saya sendiri takut menghadapi kerancuan. Saran, pelengkap serta masukan akan sangat membantu. Terima kasih “You’ll Never Walk Alone”
Sumber: liverpoolfc.com, redandwhitekop.com, wikipedia, dan banyak sekali sumber