Berita Bola The Urchins Dan Eksistensi Mereka

Posted on


Apa yang kita bayangkan jika kita mendengar kata “The Urchins”, dalam lingkup kita sebagai penggemar ataupun suporter Liverpool FC? Kata Urchins mungkin tak asing bagi kita terutama bagi yang doyan mengikuti gosip perihal Firma atau Ultras suporter sepakbola. Beberapa pesan yang masuk menanyakan bagaimana berdasarkan saya perihal The Urchins yang merupakan Firma yang mendukung Liverpool FC. Saya sendiri bekerjsama tak tahu banyak perihal The urchins, namun dari beberapa sumber web yang saya temukan, semua kompak menyampaikan jika The Urchins ini merupakan fans/suporter garis keras yang mendukung Liverpool FC, bahkan ada yang mengatakan, kadar kefanatikan The Urchins sudah ibarat meng-agama-kan Liverpool FC. Dalam artikel ini, saya bukan ingin menjelaskan bagaimana The Urchins yang sesungguhnya, namun lebih tepatnya mencoba berdiskusi dengan kalian, apa dan bagaimana The Urchins ini berkelakuan dan perihal eksistensi mereka hingga ketika ini.


Seperti Firma yang lainnya, The Urchins ini identik dengan kekerasan dan kebrutalan ala Hooligans Inggris, perusuh, pemabuk dan pembuat onar. Ya memang ibarat itulah persepsi yang ada di Indonesia perihal Firma. Namun apakah The Urchins ini masih eksis hingga sekarang, atau sebrutal apa The Urchins dimasa lalu? Perkelahian terparah yang pernah dialami Liverpool FC yakni ketika bencana Heysel, namun apakan itu benar-benar ulah The Urchins atau sebab ulah fans secara luas dan umum, dalam arti bukan atas nama The Urchins. Beberapa hari saya coba mencari tahu perihal The Urchins ini tampaknya memang agak sulit, dan kebanyakan dari web yang saya temukan semua isinya sama saja. Ya mungkin eksistensi Firma di sana memang sangat diam-diam dan tertutup, sebab memang Hooliganisme di Inggris sangat dilarang. Sehingga pemberitaan perihal The urchins atau Firma yang lainnya sulit ditemukan. Berbeda dengan kita disini, yang hooligan nya ramai-ramai bersuara dan membuka diri ke khalayak umum. Oke kita kembali ke The Urchins, sesangar apa Firma Liverpool FC ini?

Mentok dengan web dalam negeri, saya mencoba mencari tahu perihal The Urchins ke web luar negeri. Dan lagi-lagi hal yang sama terjadi, ternyata sama sulitnya mencari gosip perihal The urchins ini. Beberapa situs web yang saya temukan juga belum memuaskan saya. Dari forum-forum perihal LFC, justru banyak juga orang Inggris sana yang menanyakan perihal The Urchins ini. Ini aneh, bagaimana sanggup kita menjejaki perihal Urchins ini, sedangkan yang di Inggris sana pun juga mempertanyakan eksistensi mereka. Beberapa member lembaga itu membenarkan perihal eksistensi The Urchins ini, namun itupun hanya sekedarnya dan sama sekali tak memuaskan, bahkan member lembaga yang lain ibarat seolah menutupi eksistensi Firma ini. Satu tantangan member dalam lembaga itu yang menciptakan saya sedikit mengangguk, “Bila The Urchins ini memang pernah besar dan sangat eksis, hal onar apa yang pernah dilakukan oleh The Urchins?” Saya merasa ini yakni sebuah tantangan untuk memburamkan eksistensi The Urchins, dan atau memang ke brutalan The Urchins itu hanya omong kosong.

Mungkin kita harus sepakat, dalam bencana Heysel sepenuhnya yakni bentrokan fans yang biasa terjadi (yang menciptakan jadi luar biasa yakni sebab bangunan stadion yang buruk), seandainya ada campur tangan The Urchins sebagai biang keladi, hal itu sangat kecil. Karena berdasarkan saya, bencana di Heysel yakni trauma fans secara umum atas insiden setahun sebelumnya di Roma, dimana ketika itu fans Liverpool FC di lempari watu dan diserang oleh fans Roma. Dan dalam hal kerusuhan sepakbola, The Urchins tak masuk dalam 5 besar sebagai pembuat onar. Dalam 20 tahun terakhir, bahkan fans Liverpool secara umum tak ada pemberitaan telah menciptakan problem yang besar. Dari banyak situs web yang saya temukan, terakhir kali ada pemberitaan yakni ketika fans Liverpool FC tabrak dengan fans Chelsea, ketika fans Chelsea dituding meludahi monumen JFT96 di Anfield, dan itupun hanya perkelahian kecil yang sanggup cepat dilerai oleh pihak kepolisian. Adapun pemberitaan dari Liverpool Echo, yang menyebutkan ada penikaman terhadap fans Brighton & Albion di awal tahun ketika kedua tim bentrok di Piala FA. Namun hal itu tak lantas menjelaskan jika yang melakukannya yakni pihak Urchins, sebab ada banyak alasan untuk membantah hal ini. Seperti yang saya tulis sebelumnya, goresan pena ini bukan untuk mendeskripsikan The Urchins yang sesungguhnya, namun lebih kearah diskusi, untuk selanjutnya, masing-masing dari kita silahkan menarik persepsi sendiri.

Nah bagaimana persepsi kalian perihal The Urchins ini? sebagai penulis, saya pun mempunyai pandangan sendiri perihal The Urchins dan eksistensi mereka. Berikut yakni pandangan saya perihal The Urchins, ini bersifat pendapat eksklusif dan bukan mewakili persepsi yang sesungguhnya.

Saya sendiri percaya bahwa The Urchins itu memang ada, sebagai Firma, suporter garis keras atau sebagai sebuah kelompok atau geng. Kemunculan The Urchins berdasarkan saya ramai dibicarakan ketika casual kultur mulai ramai menjadi tren ketika itu, dimana fans Liverpool memang menjadi salah satu aktivis kultur yang konon dipakai untuk kamuflase ini. Partisipasi Liverpool di Eropa dengan fans yang berbondong-bondong mengikuti pertandingan di luar Inggris menghadirkan nuasan gres yang lebih fresh, yang sebelumnya hooligan di identikan dengan sepatu boots ala skinhead, mulai beralih ke arah casual dengan brand-brand terkenal. Meski kefanatikan The Urchins sudah ibarat mentuhankan LFC, namun saya agak ragu jika menyebut The Urchins yakni firma yang besar. Beberapa fans Liverpool FC di sebuah forum, tampaknya justru mengejek eksistensi The Urchins ini. mereka menyebut sebagai durjana kecil, sebab kebanyakan dari mereka yakni anak cukup umur di usia 14-17 tahun. Saya sendiri tak mau mempresepsikan secara tegas perihal The Urchins ini dimasa lalu, yang jelas, The Kop (nama fans resmi LFC) lebih populer dari The Urchins ini. Makara satu hal yang berdasarkan saya dan pandangan saya perihal The urchins ini, mereka mungkin ada, namun eksistensi mereka kini tak se-eksis di tahun-tahun ketika Liverpool berjaya.