Berita Bola Steven Gerrard, Too Good To Be True

Posted on

Steven Gerrard, ya sebuah nama yang tak asing lagi di ranah sepak bola, bukan hanya di Inggris yang menjadi negara Gerrard, namun seantero dunia juga mengenalnya sebagai seorang pemain sepak bola. Satu hal yang mungkin sanggup kredit plus dari pemain ini ialah perihal loyalitas-nya terhadap klub yang ia bela, Liverpool FC. Tak banyak pemain yang selama kariernya hanya membela satu klub saja, mungkin Gerrard lebih beruntung alasannya ialah tumbuh dan berada di salah satu klub terbesar di dunia. Namun fakta yang ada, banyak pula pemain yang hinggap dan pergi alasannya ialah aneka macam alasan yang mungkin bersifat pribadi. Tak banyak thropy yang dimenangkan Gerrard bersama Liverpool, dan tak pernah pula Gerrard bermasalah dengan kontraknya, entah itu dari segi honor atau hal yang lainnya. Kecintaan Gerrard terhadap Liverpool FC memang kecintaan yang lapang dada terhadap klub yang ia idolakan semenjak kecil. Gerrard memahami arti loyalitas itu dengan penuh kecintaan, bukan alasannya ialah bahan atau thropy. Seandainya, Gerrard ialah orang yang haus akan gelar dan materi, mungkin bila thropy atau bahan yang menjadi ukuran seorang Gerrard, sanggup saja ia telah usang meninggalkan Liverpool. Tapi, Gerrard lebih menentukan bertahan dan berjuang bersama klub yang ia cintai dari kecil.

Buat seorang Gerrard tak sulit untuk berpindah klub untuk sekedar mengejar thropy, Gerrard merupakan seorang pemain yang komplit dengan skill yang sangat memumpuni. Bukan hanya memberi umpan menyerupai kebanyakan pemain-pemain tengah lainnya, Gerrard juga sangat piawai mencetak gol. Gerrard too good to be true, ya Gerrard itu lebih fantastik dari yang kita bayangkan, berikut beberapa alasan yang menjadi alasan saya kenapa Gerrard itu sangat fantastis.

The Motivator

Tentu masih terperinci teringat bagaimana keajaiban di Istanbul, ya sebuah drama yang paling heroik dalam sejarah final piala Champions. Bagaimana ketika Liverpool harus runtuh di babak pertama dari AC Milan dengan skor 3 – 0. Secara psikis, terperinci hasil ini ialah semacam hook telak yang sempurna mengenai wajah pemain-pemain Liverpool ketika itu, menghancurkan mental dan merusak gairah bermain. Terlepas dari isyarat Benitez yang kala itu -konon- menawarkan semacam shock terapy di jeda babak pertama, sosok Gerrard-lah yang menjadi kepingan penting di lapangan. Gol Gerrard menjadi awal point untuk Liverpool, tak banyak selebrasi, hanya mengayunkan tangan keatas sebagai isyarat biar tim cepat bangkit. Dan apa yang terjadi? Hanya dalam tempo 6 menit, Liverpool meruntuhkan kedigdayaan AC Milan malam itu, skor pun imbang 3 – 3, dengan dua gol komplemen dari Vladimir Smicer dan Xabi Alonso yang menyambut bola muntah yang sempat di blok oleh Dida. Gerrard ialah pemain film dibalik pinalti yang diterima oleh Liverpool, sehingga membuahkan gol ketiga. Mungkin Roy Keane tau bagaimana cara memotivasi sebuah tim, tapi Gerrad juga sanggup melaksanakan hal itu dengan sangat baik.

Super Passing

Gerrard merupakan pemain yang handal dalam hal passing, hal itu tak perlu diragukan lagi. Sampai dengan pekan ke-11 ini, Gerrard telah melaksanakan passing sebanyak 440 dengan persentase akurasi sebesar 85,50%. Gerrard sanggup mengirim umpan dari jarak yang jauh dengan tingkat akurasi yang tinggi. Boleh saja Paul Scholes membanggakan jikalau ia paling tau cara melaksanakan passing, tapi Gerrard juga sanggup melaksanakan passing jauh lebih baik dari Scholes.

Great Tackling

Sebagai pemain tengah, kiprah Gerrard juga memutus pedoman bola lawan, dan Gerrard ialah ahlinya. Beberapa pemain telah mencicipi tackling Gerrard yang sangat ampuh ini. berikut saya beri link kehebatan seorang Steven Gerrard dalam melaksanakan tackling. Klik disini untuk melihat rangkuman tackling Gerrard dibeberapa pertandingan. Bila apa yang dibanggakan fans Arsenal terhadap Patrick Viera ialah kemahiran tackling-nya, Gerrard pun sanggup melaksanakan itu dengan sangat baik.

Heroic Goal Maker

Sebenarnya menciptakan gol bukanlah kiprah seorang pemain tengah macam Steven Gerrard, tapi lagi-lagi ia menunjukan kelasnya sebagai seorang pesepak bola. Dan hebatnya, gol-gol yang dibentuk Steven Gerrard ialah gol yang spektakuler, dan banyak diantaranya sangat menentukan. Tentu kita ingat bagaimana pada UCL 2005 ketika Liverpool mengharuskan menang dengan selisih 2 gol dengan Olympiakos guna meloloskan Liverpool ke fase berikutnya. Gol Ketiga Liverpool kala itu menjadi penentu kelolosan Liverpool untuk balasannya melaju dan memenangkan UCL melawan AC Milan di final Istanbul. Atau gol Gerrard pada final piala FA ketika melawan West Ham United, dimana Gerrard mencetak 2 gol penyeimbang yang balasannya Liverpool menang dalam drama berkelahi penalti. Hingga kini, Gerrard telah mengoleksi 100 gol selama karier sepakbola-nya, dan itu masih mungkin bertambah lagi. Cristiano Ronaldo mungkin jadi pemain tengah paling produktif, tapi Ronaldo tak menjaga kedalaman tim menyerupai halnya Gerrard. Bila kalian beranggapan Lampard yang “terbaik” dalam mencetak gol, maka Gerrard ialah yang “paling terbaik”.

Dari beberapa alasan saya diatas, terperinci sudah bila Steven Gerrard ialah pemain terbaik diposisinya. Seorang pemain tengah yang komplit, bukan saja bermain di tengah, bahkan Gerrard pernah diposisikan sebagai bek kanan ketika bermain di timnas Inggris atau ketika diharapkan di Liverpool. Makara berdasarkan saya, ungkapan Steven Gerrard, Too Good To Be True ialah ungkapan yang sesuai. Diluar dari loyalitas seorang Gerrard, skill dan segalanya yang bersangkutan dengan sepak bola ialah luar biasa.

Steven Gerrard is Our Fantastic Captain