Berita Bola Liverpool Fc, Adik Yang Selalu Menciptakan Masalah

Posted on


Dalam goresan pena ini, saya akan mencoba melengkapi dongeng wacana derby merseyside yang sebelumnya telah saya tulis. Namun kali ini saya akan mencoba mengulas wacana bagaimana Liverpool FC yang menjadi adik kandung Everton yang selalu menciptakan masalah. Liverpool sebagai saudara muda Everton memang bisa dikatakan “ngelunjak” dalam arti Liverpool selalu menciptakan problem buat kubu Everton. Kali ini saya coba menuliskan beberapa insiden yang menciptakan kubu Everton semakin membenci adik kandungnya ini.

Yang pertama, ibarat kita tahu, sebelum Liverpool FC, Anfield ialah rumah buat Everton. Sampai ketika Houlding mengusirnya alasannya ialah tak menyanggupi uang sewa yang naik. Selepas Everton pergi dari Anfield, lahirlah Liverpool FC yang mau tak mau harus diakui sebagai adik oleh Everton. Dan lucunya, Everton disingkirkan dari rumahnya -Anfield- oleh adik barunya. Mungkin sekilas kita berpikir ini hanya problem home base, namun jikalau kita pikirkan lebih dalam, sakit hati itu sangat terasa buat kubu Everton, hal itu mereka luapkan dengan sering menyampaikan Liverpool FC sebagai penghuni liar Anfield.

Berikutnya, meski Liverpool FC lebih muda dari Everton, namun problem prestasi Liverpool FC lebih unggul dari sang kakak. Sampai ketika goresan pena ini saya tulis, untuk Liga Inggris Liverpool FC telah mengemas 18 gelar Liga Inggris, dua kali lipat lebih banyak dari punya sang abang yang masih mengoleksi 9 gelar. Untuk urusan koleksi gelar, fans Liverpool FC lebih bisa tersenyum lebar, si merah sering mengejek dengan membelokan kependekan EFC yang semestinya Everton Football Club menjadi Empty F**kin’ Cabinet.

Dan selanjutnya, pada periode 1980’an Everton merupakan tim yang cukup tangguh, dan merupakan periode terbaik buat Everton. Puncaknya ialah ketika 1985 ketika Everton berhasil menjadi juara Liga. Dan ibarat yang kita tahu, pada tahun ketika itu terjadi peristiwa kelam Heysel, yang mengakibatkan eksekusi buat klub-klub Ingrris dihentikan tampil dalam hajatan UEFA selama 5 tahun. Ya, kala itu sang abang pun terkena imbasnya, yang mustinya masuk dalam Liga Champions hasilnya harus puas gigit jari alasannya ialah eksekusi atas Tragedi Heysel.

Belum puas, sekali lagi sang adik yang nyaris menggagalkan sang abang untuk berlaga di Liga Champions, tentu kita masih ingat wacana keajaiban Istanbul. Ya ketika itu Liverpool yang menjadi juara di Istanbul hanya bisa menempati posisi ke-5 di Liga. Dan terang itu bukan posisi yang mendapat jatah Liga Champions, namun alasannya ialah Liverpool FC pada tahun itu menjadi juara dan berhak untuk mempertahankannya, maka UEFA tetapkan untuk memaksakan Liverpool untuk tetap sanggup mengikuti Liga Champions meski mengharuskan Liverpool bertanding lebih awal. Memang Everton tetap sanggup jatah Liga Champions, namun hal ini sempat menjadi perdebatan yang tentunya menciptakan kubu Everton sempat ketar ketir, meski pada hasilnya Everton tetap disingkirkan Villareal dibabak awal.

Sudah tentu hal diatas terang menimbulkan sentimen dan kebencian sang abang terhadap adik sekandungnya itu. Hal itu terlihat dari dua dekade terakhir dalam derby Merseyside, yang dahulu merupakan Friendly Derby, dengan banyaknya pendukung yang bersebelahan alasannya ialah memang tak ada hukum untuk pembatsan supporter dalam derby ini. Namun sekarang pemandangan itu sudah sangat jarang kita lihat, ya meskipun masih ada namun tak ibarat ketika sebelum dua dekade ini.

Namun betapun sengitnya persaingan diantara kakak-adik ini, dalam moment-moment tertentu mereka tetap saling respect, paska terjadinya peristiwa Hillsborough, sang abang juga ikut mencekal surat kabar The Sun. Hal ini sebagai ungkapan respect terhadap sang adik yang telah diberitakan menjadi biang keladi oleh surat kabar The Sun.

Terakhir buat teman kopites, untuk melengkapi pengetahuan bagaimana sebetulnya persaingan Everton – Liverpool FC, bisa tonton film Reds and Blues The Ballad of Dixie and Kenny. Film ini mengisahkan bagaimana kehidupan bertetangga di kota Liverpool dengan warna yang berbeda.

Keep Reds and You’ll Never Walk Alone