Berita Bola Gerrard Dan Partner Terbaiknya

Posted on


Steven Gerrard, bukan cuma ikon dan kapten Liverpool, loyalitas dan kesetiaan Gerrard selalu menjadi perbincangan. Gerrard telah memainkan banyak pertandingan bersama Liverpool FC, dengan bermacam-macam orang yang berbeda. Beberapa orang tiba dan pergi, dan membekas pada hati Steven Gerrard. Mungkin dari kita bertanya, siapa kiranya teman atau tandem terbaik Gerrard selama bermain di Liverpool FC. Beberapa nama menyerupai Fernando Torres, Michael Owen, Xabi Alonso, hingga yang teranyar ialah Luis Suarez. Terakhir kali Gerrard terang-terangan memuji Suarez ialah tandem terbaiknya, dan menilai Suarez ada diatas Torres dalam soal evaluasi berdasarkan Steven Gerrard. Apa yang dikatakan Gerrard bergotong-royong hal yang wajar, alasannya ketika ini, Gerrard bermain bersama Suarez. Seandainya beliau sekarang bermain bersama striker yang lain pun, mungkin Gerrard akan menyampaikan hal yang serupa, dengan menyampaikan ia lah yang terbaik. Well, itu normal, namun sehabis sekian usang Gerrard berada di Liverpool dan mengalami banyak perubahan dalam hal tandem Gerrard di lapangan, kira-kira siapakah tandem Gerrard yang paling cocok?

Gerrard & Owen

Ya, Owen pernah mencicipi service dari seorang Gerrard, dan mereka telah tumbuh bersama semenjak dari perguruan tinggi Liverpool. Owen sendiri pernah mengakui bahwa, Gerrard ialah seorang tandem yang paling sanggup mengerti dirinya, ya alasannya mereka telah bermain bersama semenjak berusia 10 tahun di akademi. Mini Treble 2001 menjadi pencapain tertinggi keduanya di Liverpool, hingga jadinya Gerrard dan Owen harus berpisah kala Owen mendapatkan pinangan Real Madrid di tahun 2004. Kala itu Gerrard menyerupai tak percaya, dalam buku biografi nya Gerrard mengungkapkan kegelisahannya dengan menyampaikan “Separuh jiwaku pergi ketika beliau (Owen) meninggalkan Liverpool”. Ya, Gerrard menganggap Owen ialah separuh jiwanya. Kesempatan kembali terbuka ketika Real Madrid hendak melepas Owen, dan lagi-lagi Gerrard mencoba mengajak Owen kembali ke Anfield. Namun perjuangan itu gagal, Owen lebih menentukan Newcastle ketimbang Liverpool. Kesempatan lain datang, ketika harus keluar dari Newcastle, kembali Gerrard membujuk Owen untuk tiba ke Anfield, namun yang terjadi lebih menyakitkan, Owen menentukan Mancehster United (baca: Emnyuk) dan itu terang membuat Gerrad tak habis pikir. Gerrard menyerah, dan sekarang ia paham tak ada gunanya membujuk seorang pengkhianat menyerupai Owen.

Gerrard & Alonso

Gerrard dan Alonso pernah mencicipi indahnya final Istanbul, ya keduanya pernah bermain bersama selama kurang lebih 5 musim. Gerrard pernah terang-terangan merindukan bermain bersama Alonso. Ya lagi-lagi Gerrard harus berjalan sendiri untuk sekian kalinya. Pada trend 2009, Alonso pergi meninggalkan Gerrard untuk bermain bersama Real Madrid, klub yang sama yang dulu ditapaki Owen. Setelah Alonso pergi, Gerrard menyerupai kehilangan sosok partner dibarisan tengah Liverpool. Keduanya pernah menjadi tandem pemain tengah yang paling baik di Premier League, dan puncaknya ketika keduanya memenangi UCL di Istanbul, dimana mereka berdua menyumbang masing-masing 1 gol pada berkelahi final melawan AC Milan yang berkesudahan 3 – 3 di waktu normal. Ya, kesempatan untuk melepas rindu Gerrard kepada Alonso terbuka seiring belum setujunya Alonso untuk menandatangani perpanjangan kontrak dengan Real Madrid, bukan hanya Gerrard, seluruh Kopites yakin bila nanti alonso akan kembali ke Liverpool. Namun, agaknya, kesempatan itu menjauh sehabis beberapa pekan kemudian Alonso tetapkan untuk menyetujui perpanjangan kontrak bersama Real Madrid. Well, tapi kita tidak tau bagaimana nanti kedepannya, dalam sepak bola selalu banyak kejutan.

Gerrard & Torres

Fernando “Judas” Torres, salah satu partner terbaik yang pernah bermain bersama Gerrard. Torres tau kemana Gerrard akan mengumpan dan Gerrard tau kemana Torres akan berlari. Kebersamaan mereka telah membuat duet pemain tengah dan striker yang sangat unik. Ya, lagi-lagi Gerrard harus mencicipi pahitnya ditinggal seorang yang telah menjadi partner dan tumbuh dalam hati sepak bolanya. Ya Torres membelot ke Chelsea dimana detik-detik terakhir bursa transfer ditutup, dan itu sangat mengejutkan Gerrard, Gerrard sendiri mengakui, betapa hatinya sangat hancur ketika mengetahui jikalau Torres telah pindah ke salah satu pesaing Liverpool. Dan bukan hanya hancur alasannya partenernya itu meninggalkan Gerrard sendiri, namun keputusan Torres untuk berseragam biru Chelsea membuat Gerrad juga nyaris membenci Torres. Satu yang paling melukai Gerrard adalah, fakta bahwa Torres berlabuh ke Chelsea, tim yang menjadi seteru Liverpool. Dan sekali lagi, Gerrard harus mendapatkan kenyataan ditinggalkan salah satu partner terbaiknya sekaligus yang paling melukainya.

Gerrard & Suarez

Yap, ketika ini Suarez ialah tandem yang dianggap Gerrard sebagai yang terbaik. entah pernyataan Gerrard ini ialah sebuah ungkapan untuk menutupi sakit hati atas ditinggalkan Torres atau benar-benar tulus. Ya, kepergiaan Torres terang sangat melukai Gerrard dan seluruh Kopites, masih teringat dan sangat dalam. Belum usang ini Gerrard mengungkapkan jikalau kualitas Suarez ada diatasa mantan partnernya itu. Hal yang menarik ialah ketika jeda trend 2012/2013, kala itu Suarez sempat diisukan akan hengkang seiring memang pernyataan Suarez menyatakan tak menutup kemungkinan dirinya untuk hengkang. Tak ingin ditinggalkan untuk kesekian kalinya, Gerrard berusaha keras untuk membujuk Suarez semoga tetap bertahan. Dan hingga goresan pena ini dibuat, hal itu tak sia-sia, Suarez tetap bertahan di Liverpool, dan menjadi momok seram di barisan depan Liverpool bersama Daniel Sturridge. Ya semoga saja, duet Gerrard dan Suarez akan membawa Liverpool menuju gelar liga premier, gelar yang paling di idam-idamkan Gerrard selama ini.

Okay Kop, kira-kira siapa partner terbaik Gerrard selama membela Liverpool? Owen? Alonso? Torres? atau Suarez? Kesemuanya dianggap gerrard sebagai partner yang baik buat dirinya. Namun bila diliat dari beberapa goresan pena diatas, siapapun partner-nya, Gerrard tak pernah meredup, selalu konsisten dan sanggup menyesesuaikan gaya bermainnya dengan partner-nya yang baru.

Jadi berdasarkan saya, tak ada partner Steven Gerrard yang benar-benar baik dan setia kecuali “bola & skillnya”. Ya sehabis melalui beberapa pergantian, Gerrard sama sekali pertanda penurunan kualitas, alasannya apa yang bergotong-royong ada pada Gerrard ialah kecintaan akan sepak bola dan Liverpool FC. Berbeda dengan Owen dan Torres, Owen yang kala itu pergi ke Madrid terang tak sanggup bermain sebagus kala di Liverpool, tak ada orang yang sanggup mengerti Owen di Madrid menyerupai Gerrard ketika berseragam Liverpool. Begitu pula ketika bermain untuk Newcastle dan Manchester United (baca: emnyuk). Begitu pula Torres, selepas pindah ke Chelsea, ketajaman Torres seakan menghilang, torehan gol Torres pun jauh dari statistik ketika masih berseragam Liverpool. Tapi Gerrard? ditinggal Owen dan Torres tak membuat permainan Gerrard menurun, Gerrard tetap membuktikan kelasnya sebagai pemain besar. Dengan siapapun Gerrard ber-partner, Gerrard selalu pertanda permainan yang bagus, ya alasannya intinya partner Gerrard ialah “BOLA dan SKILL“. Gerrard tau bagaimana memainkan bola, bukan bagaimana dan siapa partnernya. Saya sendiri masih yakin Gerrard akan tetap dalam performa terbaiknya dengan siapa pun beliau bermain.

Thanks for our captain Steven Fantastic Gerrard